Postingan

Beberapa Kegiatan Anak di Bulan Puasa

Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Kedatangan bulan penuh berkah ini sangat dinantikan oleh setiap umat muslim karena begitu banyak pahala dan berkah dalam ibadah yang dilaksanakan di bulan tersebut. Begitu juga bagi anak-anak, bulan puasa sangat dinantikan karena banyak kegembiraan yang bisa diperoleh di bulan ini. Apa saja kegembiraan tersebut? Ketika masa kanak-kanak, bagi saya dan anak-anak seusia saya di kampung, ada beberapa kegiatan menyenangkan dalam mengisi bulan puasa. Begitu mengesankannya masa-masa itu sehingga hingga saat ini saya masih mengingat  detil setiap hal itu. Mari, saya bagi  pengalaman kami kepada pembaca. Mudah-mudahan menjadi ide menarik untuk mengisi kegiatan bulan puasa yang akan datang. 1. Membangunkan sahur Kegiatan membangunkan orang-orang untuk melaksanakan sahur sangat disenangi anak-anak seusia saya waktu itu. Biasanya kami membangunkan orang-orang sekitar pukul dua atau tiga dini hari. Berbagai macam strategi dilakuka...

Berhentilah Bekerja!

Jika Anda pernah mengalami kegagalan, maka berarti Anda orang yang sangat normal. Dan jika Anda pernah merasakan bosan atau ingin berhenti dalam proses untuk menyelesaikan sesuatu, maka Anda adalah manusia yang sama dengan saya. Kita, saya dan Anda, saya yakin pernah merasa bahwa “saya ingin berhenti saya saja melakukan hal ini”. Atau lebih kasar Anda mengatakan pada diri Anda, “Saya bosan dan muak dengan semua rutinitas ini”. Saya katakan sekali lagi, itu adalah hal yang sangat wajar. Dan saya yakin, semua orang pernah mengalaminya. Lalu apa yang harus dilakukan dalam kondisi semacam itu? Apakah itu berarti semangat kita telah hilang?  Walaupun kita sedang di puncak semangat untuk menyelesaikan sesuatu tetapi ada kalanya kita harus berhenti sejenak. Itu karena semangat kita harus didukung oleh fisik yang fit dan sehat. Tidak bijak jika kita memaksakan tubuh kita atau pikiran kita terus bekerja hanya karena kita berasumsi kita sedang berada di puncak semangat dan mer...

HUT Republik Indonesia Ke-73: Kerja Kita Prestasi Bangsa

Gambar

Mengelola Semangat

Semangat ternyata bukanlah sesuatu yang stabil. Ia rentan terpengaruh situasi dan lingkungan. Bisa dikatakan sangat labil. Dengan sedikit pengaruh saja, dia dapat bergeser dari satu keadaan ke keadaan lain, dari satu posisi ke posisi lain. Saat ini mungkin ada di puncak semangat, namun bisa jadi dalam beberapa detik atau beberapa menit atau beberapa jam kemudian, keadaan sudah berbalik. Semangat kita ada dalam keadaan yang amat terpuruk, titik terendah semangat kita. Begitulah keadaannya dengan semangat kita, sangat labil. Keadaan yang labil ini sangat berbahaya. Ya, berbahaya karena akan berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan dari semangat tersebut. Anda bisa bayangkan, jika sebuah produk semangat sebelumnya dibuat dalam keadaan semangat yang sedang menggebu, lalu serta merta berubah dan dipoles dengan sentuhan semangat yang kendur atau bahkan rendah sama sekali. Sesuatu yang awalnya akan menjadi luar biasa, tidak akan jadi luar biasa. Sesuatu yang semula diduga akan sukses...

Tingkatkan Semangat Dengan Menyikat Gigi

Gambar
"Hai teman-teman, jangan malas menggosok gigi yaa..!!! Biar gigi kita sehat dan tidak berlubang kayak gigi aku" , begitu kata seorang anak yang menjadi bintang iklan pasta gigi dengan memamerkan giginya yang ompong.  Memang benar, menggosok gigi mempunyai manfaat yang sangat baik untuk gigi dan mulut kita. Apalagi aktivitas menyikat gigi setelah kita makan, banyak manfaat yang bisa didapatkan. Beberapa manfaat menyikat gigi setelah makan pagi yang saya baca dari seputargigi.com antara lain: mencegah gigi berlubang, menyegarkan nafas, menjadi lebih "pede", membiasakan makan pagi dan aktivitas menjadi lebih semangat dan fokus. Nah, Saudara pembaca, saya bukan dokter gigi dan tidak kompeten menjelaskan segala hal tentang gigi. Tapi saya setuju dengan pendapat bahwa menggosok gigi di pagi hari dapat meningkatkan semangat. Nah, dikarenakan rangkaian tulisan saya ini adalah mengenai semangat, di bagian ini saya hendak membahasnya (khusus tentang menyikat gig...

Awas!!! Semangat Anda Bisa Hilang

Saya pernah membaca sebuah tulisan bahwasannya segala sesuatu di dunia ini awalnya tidak ada, lalu ada, dan akhirnya tidak ada. Anda boleh berpendapat lain tentang hal ini, tetapi saya meyakininya. Contoh sederhananya adalah ketika saya makan. Sebelum saya makan, tak ada makanan di perut saya dan saya merasakan lapar. Lalu saya makan. Maka makanan itu ada di perut saya dan saya merasakan keyang. Tapi tak berapa lama perut saya sudah bersuara lagi. Itu pertanda makanan itu telah tak ada di perut saya. Lalu bagaimana dengan yang ada manusia di bumi ini? Saya yakin Anda bisa menjawabnya. Pernahkah Anda menyadari bahwa semangat Anda berubah-ubah? Di suatu ketika semangat Anda menggebu, ada pula yang mengatakannya “semangat yang berkobar” atau “semangat yang berapi-api”. Namun, di waktu lain, Anda merasa semangat Anda sedang kendur, melemah, dan mungkin bisa hilang sama sekali. Tak bisa dipungkiri, faktor kelelahan pada fisik biasanya sebagai salah sau penyebabnya. Atau ketika Anda saki...

Anda Bukan Yang Terbaik

Di atas langit masih ada langit. It u lah sepenggal kalimat yang seringkali kita dengar. Ada berbagai macam penafsiran terhadap kalimat ini. Paling tidak yang penulis tau antara lain janganlah sombong akan apa yang kita punya karena mungkin ada orang lain yang mempunyai lebih daripada kita. Sedangkan yang paling punya segalanya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka sebenarnya Dia-lah yang sepantasnya menyombongkan diri. Sedangkan kita tidaklah pantas  mengingat segala keterbatasan yang kita miliki. Pada penafsiran lain, penggalan kalimat ini dapat berarti bahwa kita tidak boleh cepat puas atas suatu pencapaian atau prestasi yang kita capai. Seringkali kita menjadi lalai dan malas ketika kita sudah sampai kepada suatu titik tertentu yang dianggap oleh kiat sebagai suatu keberhasilan. Sikap tersebut sebaiknya kita waspadai. Mengapa? Pertama, sifat cepat puas adalah salah tanda kita terlalu berbangga diri dan sombong. Kita merasa sudah di atas angin manakala kita mencapai ...